PANJANG UMUR

12 Sep 2009

Tadinya saya kira tulisan ini bisa saya selesaikan tepat di hari Rabu, tanggal 2 September 2009, persis ketika jarum jam menunjukkan angka 00.00.

Namun rupanya suami saya Eka, telah berkonspirasi dengan sejumlah sahabat baik saya, membuat sebuah “surprise party” untuk memperingati hari ulangtahun saya yang ke-30 menurut tahun Masehi. Menyenangkan tentunya. Cuma efek sampingnya, saya sempat membiarkan tulisan ini terbengkalai beberapa waktu.

Saya jadi ingat posting-an status yang saya tulis di facebook persis sehari sebelum usia saya versi Masehi bertambah. Mencoba memaknai umur. Apakah sebenarnya fungsinya. Apakah untuk menghitung JUMLAH WAKTU yang sudah kita habiskan di bumi ini, atau sebaliknya malah menghitung SISA WAKTU yang kita punya di bumi ini?

Banyak komentar yang menghias dinding virtual jejaring sosial saya itu setelahnya. Mulai dari pesan filosofis, sampai yang menertawakan saya karena mengira mungkin itu efek sindrom 30. Hahaha. Untungnya saya tidak sepenakut itu menghadapi pertambahan usia.

Umur, kata orang siapa yang tahu. Yah, kita tidak akan pernah tahu berapa lama lagi persisnya, kita diberi kesempatan berada di planet bumi ini. Makanya, mungkin doa umur panjang dan kesehatanlah, yang kerap dipanjatkan umat manusia pada siapa saja yang berulangtahun. Harapan tambahannya, sukses dan bahagia, lalu biasanya disusul dengan pertanyaan kapan traktirannya. Paling standar, ya sekedar sebuah ucapan selamat.

Dan syukur alhamdulillah, di ulangtahun saya tahun 2009 ini, kata selamat benar-benar kembali hadir dengan arti yang luar biasa.

Kembali pada tanggal 2 September 2009, di tengah hari yang agak terik, ketika saya dan Eka tengah mengamati aksi dan suara emas seorang musisi Indonesia bernama Sandhy Sondoro di youtube, tiba-tiba saja bumi bergetar hebat dan sontak membuat kami berhamburan ke luar rumah.

Betul-betul hari yang luar biasa menegangkan, dengan dampak kerugian yang juga luar biasa menyedihkan. Saya speechless. Seperti mendapat sebuah balasan langsung dari Tuhan atas pertanyaan saya sehari sebelumnya, tentang makna umur yang manusia miliki.

Syukurlah, otot syukur saya diijinkan-Nya terus terasah oleh tempaan kehidupan. Saya bersyukur, masih bisa bersyukur atas keselamatan yang masih diberikan-Nya. Dan masih diberi perpanjangan waktu (baca: panjang umur), serta diberi tambahan energi rasa syukur untuk melanjutkan tugas di muka bumi ini.

Paling tidak, satu tugas sudah berhasil saya lakukan sebagai seorang anak pada malam harinya, di peringatan ulangtahun saya yang ke-30. Mengikat kembali tali silahturahmi keluarga inti, yang sempat agak longgar simpulnya karena perbedaan sudut pandang. Terimakasih Sang Khalik untuk segalanya! ?

ulangtahun tERe ke-30

pemandangan langka yang diijinkan-Nya terjadi di ultah tERe ke-30


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post