• 22

    May

    Para Penjilat Ludah

    Para Penjilat Ludah itu datang Tak berapa lama setelah liur-liur ketamakan mereka berceceran di lantai Menggelikan, pikirku Apa mereka tidak cukup jijik dengan tingkah mereka itu? Atau barangkali gemerlap kekuasaan yang tersampir di pundakku saat ini membuat mereka rela tak lagi bermuka Dan terus menjilat ludah sendiri… Ataukah mulut mereka ini sama halnya dengan mulut-mulut sapi yang tengah memamah biak, Yang memuntahkan kembali isi perutnya untuk kembali mencerna ulang ketololan yang keluar dari mulut mereka? Ah, sudahlah Aku tak ingin ikut memuntahkan pikiranku di hadapan mereka Biarlah aku kaku diam tak bersuara untuk sementara waktu Daripada harus bersilat lidah dengan para penjilat ludah ini
  • 14

    Oct

    Owl's Ode

    sejumput rasa terkuak malam ini setelah hening kembali menyapa dalam keriuhan kata yang semula menyerbu isi kepala rasa yang sama yang selalu ada untuk setetes air mata dan seulas senyum di ujung bibir tampaknya kau benar-benar ingin mampir menghampiri… selamat datang dan selamat tinggal, kataku haruskah kita bertemu lagi? tentunya sang rasa tak bersuara hanya desau udara dari AC di kamar saja yang bicara Aku merapat lebih dekat pada selimut diiringi lantunan suaraku sendiri yang berkumandang lewat i-tunes laptop hitamku selamat datang dan selamat tinggal, kataku haruskah kau kembali senandungkan misteri nada penuh makna itu lagi? Aku tak lagi bersuara. Sementara kau tak rela bila diam saja. Baiklah. Silakan berdendang sejenak. Akan kunikmati nuansanya. Selamat dat
  • 30

    Sep

    Ijin

    Hari terakhir Ramadhan 1429 H, di Buah Batu 239, pk. 09:39 WIB Denyut jantungku kembali diijinkan berdenyut tuk hidupkan ragaku. Memompa darah dan oksigen ke sekujur tubuh fana ini. Getarkan asa di rongga jiwa Hingga aku bangun dan mampu bernafas lagi (seperti hari-hari sebelumnya, Kau masih ijinkan aku ada di dimensi ini). Lalu termenungku tak berapa lama kemudian Memandang kalender, melihat acuan waktu yang terus bergulir di ujung sebelah kanan atas laptopku Lantas bertanya aku pada bayanganku sendiri Di hari terakhir bulan Ramadhan ke-9 yang diijinkan-Nya kembali menyapa hidupku Dimana sesungguhnya aku berada? Sudahkah aku laksanakan apa saja yang telah kupahami? Sesungguhnya nyawaku adalah milik-Mu satu Dan aku hanyalah serpihan noktah tak bermakna tanpa cahaya-Mu Jika K
  • 29

    Sep

    TAKUT

    Aku disekap rasa takutku sendiri Takut kehilanganmu Dan sungguh, sesungguhnya aku tak lagi ingin kehilanganmu Aku disergap kecemasanku Dan hanyut tenggelam dalam perasaan yang tak ingin kurasakan ini Kemana dayaku? Aku juga tak tau… Mungkin terapung-apung oleh kehampaan hidup? Entahlah, aku juga tak mengerti Yang kutau kini hanyalah aku dibayangi semua kegalauan tolol itu Apakah aku tolol?
  • 29

    Sep

    Senyum!

    Coba tarik kedua sudut bibirmu Jangan kaku begitu! Lemaskan semua otot mukamu yang kaku oleh masa lalu Nah,begitu jauh lebih baik… Anggap saja belati itu tak pernah menusuk jantungmu Walau matamu berkilat nanar melihat kilau mata pisaunya masih menggores patahan-patahan hatimu Dan sesungguhnya rasa pilu itu tak pernah benar-benar bisa hilang dari ingatan.. Hei,jangan kembalikan posisi bibirmu seperti itu! Tidak tahukah kau itu sama sekali tidak menarik tuk dilihat? Huh!! Jangan katakan kau tak peduli! Karena siapa lagi yang mau,akan,dan bisa terus peduli padamu selain dirimu sendiri?! Lihat!Berkaca saja kalau tak percaya Kamu jauh lebih manis dengan senyum menghias bibirmu Aku tahu itu tidak mudah, Tapi perlahan kuyakin kau bisa Karena memang manusia disuratkan untuk mampu menga
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post